Selamat Datang di Portal BABIATNEWS.com - Kata Babiat Berasal dari Bahasa Batak yang Artinya HARIMAU = "Welcome to Portal BABIAT - Said Babiat Derived from Batak language which means that the "TIGER"

Banjir di Jawa Tengah 35 Meninggal 24 Hilang dan 14 Luka-Luka

babiat.com - Hujan berintensitas tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan pada Sabtu (18/6/2016) pagi hingga sore telah menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya banjir dan longsor terjadi di 8 kabupaten.

"Laporan sementara dari BPBD kepada Posko BNPB, banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Banyumas, Karanganyar, Wonogiri, dan Kota Solo di Provinsi Jawa Tengah," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangannya.

Banjir bandang melanda Desa Jatiroto dan Desa Purbowangi Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen pada Sabtu (18/6/2016) pukil 19.00 WIB. Banjir bandang akibat luapan sungai di sekitar dua desa tersebut. Tinggi banjir bandang 50-100 centimeter. Saat petugas BPBD dan unsur lainnya fokus evakuasi warga dari banjir, dilaporkan longsor terjadi di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Tiga orang diperkirakan tertimbun longsor. Petugas masih melakukan pencarian korban. Hujan menghambat pencarian korban longsor.

Longsor juga terjadi di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu sore. Hujan deras sejak pukul 14.30 WIB menyebabkan beberapa wilayah di Desa Gumelem Kulon terjadi tanah longsor. Longsoran menimpa jalan.

Saat warga kerja bakti membersihkan longsoran tiba-tiba terjadi longsor susulan sehingga menimbun warga. 3 orang warga meninggal dunia tertimbun longsoran yaitu Sudarno (40), Ahmad Bahrudin (40), dan Wato (40). Longsor di tempat lain juga menimbu 2 rumah dan satu gedung PaudAUD Setia Abadi hingga roboh.

Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara telah merapat ke TKP untuk melakukan penanganan darurat, membuka posko gabungan, mengerahkan relawan, dan lainnya. Tim Gabungan (Kodim 0704 BNA, Polres Banjarnegara, Puskesmas Susukan, dan relawan) telah melakukan kordinasi dengan jajaran terkait untuk melakukan langkah-lamgkah operasi evakuasi.

Hujan deras juga telah menyebabkan Sungai Bogowonto di Kabupaten Purworejo meluap pada Sabtu (18/6/2016) pukil 17.30 WIB. Akibat banjir, 1 orang hanyut masih dalam pencarian dan 2 keluarga terdampak masih dalam pendataan.

Banjir di Kabupaten Kebumen menyebabkan jalur rel kereta api terendam banjir pada Sabtu pukul 16.00 WIB. Rel kereta api antara Ijo-Gombong di sebelah timur terowongan Ijo wilayah Desa Bumiagung, Kecamatan Rowolele, Kabupaten Kebumen terendam banjir setingi 20 cm. Kereta api mengalami keterlambatan. Pada pukul 17.20 WIB banjir sudah surut.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo sehingga menggenangi permukiman dan ruas jalan. Di Wonogori hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa kabel listrik.

Dan data yang diterima sampai saat ini 35 Orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, 24 orang hilang dan 14 orang luka-luka. 

"Penanganan darurat masih dilakukan. Pendataan juga masih dilakukan BPBD. Masyarakat dihimbau selalu waspada karena hujan lebat masih berpotensi tinggi hingga dua hari ke depan," ujar Sutopo.

S: kompas

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Banjir di Jawa Tengah 35 Meninggal 24 Hilang dan 14 Luka-Luka"

Post a Comment